• Breaking News

    Loading...

    Friday, April 5, 2013

    Kisah Inspiratif Seorang Wanita yang pengaduannya didengar Sampai langit ketujuh

    kisah inspiratif seorang wanita yang pengaduannya didengar sampai langit ketujuh
    Kalau sebelumnya Saya pernah berbagi kisah menarik tentang kawan yang setia dan Inilah Suri tauladan yang baik maka kisah kali ini juga tidak kalah menariknya Seorang wanita muslimah dijaman Rhosululloh yang pengaduannya didengar sampai langit ketujuh, Ia adalah seorang wanita yang menghadapi masalah pelik, dan kesabarannya dan keteguhan hatinya dalam menghadapi berbagai problema hidup, kehidupannya yang bersahaja dan perhatiannya yang besar kepada anak anaknya serta kehati hatiannya dalam perkara agama semua itu adalah mutiara yang dapat kita petik dari pribadi dan sosok wanita muslimah ini.. Kisah seorang wanita yang pengaduannya didengar sampai langit ketujuh, Dia adalah Khoulah binti Tsa'labah. 

    Dalam kehidupan rumah tangganya terjadi suatu peristiwa atau problema yang mana solusi dan penyelesaiannya langsung diputuskan oleh Alloh subahanhu wata'ala dari langit ketujuh dengan menurunkan beberapa ayat yang terletak diawal surat, bahkan diberi nama dengan kisah itu guna menghibur dan menenangkan jiwa yang penuh dengan kesedihan, semua itu membuat ia sangat dikenal dan dihormati dikalangan sahabat.

    Nama lengkapnya adalah Khoulah binti sTsa'labah bin Ashrom bin Farah bin Tsa'labah Ghonam bin Auf, berasal dari kaum Anshor suaminya Aus bin Shomit, bersama suaminya ia hidup dalam kesederhanaan. awalnya Aus bin Shomit sangat rajin bekerja dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya namun setelah memasuki usia tua ia menjadi pembosan dan pemarah ia sering melampiaskan kemarahannya kepada keluarga, terutama isterinya.

    Suatu hari, terjadilah percekcokan antara suami isteri ini yang dulunya hidup berbahagia, saking meluapnya kemarahan Aus bin Shomit hingga keluarlah dari ucapannya kepada isetrinya itu," Engkau bagiku seperti punggung ibuku !". terasa berguncang dunia ini bagi Khaulah isterinya , ia tau bahwa suaminya telah menzhiharnya. seperti kebiasaan jaman jahiliah bahwa ungkapan seperti itu berarti suaminya telah mengharamkan ia untuk dirinya. tidak dicerai, tidak pula berpisah darinya, jadilah isteri bak digantung pakai tali.

    dengan satu ucapan itu hancurlah rumah tangga yang telah mereka bina bertahun tahun yang telah mengumpulkan mereka dalam suka maupun duka. bergetar suara Khoulah berkata kepada suaminya," engkau telah mengatakan suatu ucapan yang besar, aku tidak tahu seberapa beratnya bagiku". dalam kekalutan pikirannya itu Khoulah berfikir untuk menyampaikan perihal masalahnya kepada Rhosululloh Shollallohu alaihi wasallam, berangkatlah Khoulah menemui Rhosululloh, setelah berhadapan dengan beliau Khoulah pun mengadukan perihal suaminya yang telah menziharnya, ia meminta kepada Beliau untuk memberikan kepastian hukum agar ia dapat kembali lagi kepada suaminya dan menyelamatkan bahtera rumah tangganya yang sudah berada di ambang kehancuran .

    Namun Rhosululloh Shollallohu alaihi wassallam belum bisa mengambil keputusan sebelum mendengarkan pengakuan dari pihak kedua yaitu Suami Khoulah. lalu beliau pun memanggil Aus bin shomit, dan menanyakan kebenaran pengaduan Khulah kepadanya, dan Aus pun mengakui semuanya. Disini Rhosululloh mengajarkan kepada kita  bagaimana seharusnya menyelesaikan perkara yang terjadi antara dua pihak unuk memberikan keadilan sebagaimana yang ada didalam syari'at islam yang mulia.

    Setelah mendengar pengakuan Aus bin shomit Rhosululloh berkata kepadanya," wahai Aus, janganlah engkau mendekati isterimu sampai aku memberikan keputusan (hukum)". mendengar pernyataan Rhosululloh Shollallohu alaihi wassallam ini bertambahlah kegalauan Khoulah binti Tsa'labah sehingga membuatnya berkali kali meminta dan memohon kepada Rhosululloh agar memberi nya keputusan ). Rhosululloh mendengar permintaan Khoulah, Beliau menunggu perintah dari Alloh untuk menyelesaikan perkara ini, karena mungkin saja perkara ini suatu saat akan terulang kembali. 

    Disaat menunggu kepastian itu Khoulah selalu berdo'a dan mengadukan segala rasa perihnya dan perihal anak anaknya yang masih sangat membutuhkan kehadiran kedua orangtuanya, bila mereka tinggal bersama ayahnya niscaya mereka akan tersia siakan dan tak ada yang mengurusnya. namun bila mereka tinggal bersamanya maka ia tidak akan sanggup memberi nafkah dan segala kebutuhan mereka, itulah diantara rintihan dari seorang isteri dan ibu yang takut akan keutuhan Rumah tangga dan keluarganya. ia tidak egois memikirkan diri sendiri , yang ia pikirkan adalah keadaan mental anak anaknya bila ia bercerai.

    Disaat itulah Alloh yang maha pengasih dan penyayang mendengar rintihan Khoulah dan menurunkan wahyu kepada rhosul Nya yang terdapat dalam surat Al Mujadalah ayat 1-4 . kemudian Rhosululloh berkata kepada Khoulah, " suruhlah suamimu untuk memerdekakan seorang budak , " Khoulah berkata" wahai Rhosululloh suamiku tidak memiliki budak yang dapat ia merdekakan, nabi Shollallohu alaihi wassallam berkata," kalau begitu suruhlah ia berpuasa dua bulan berturut turut," Khoulah berkata," wahai Rhosululloh suamiku adalah orang yang sudah tua dan tidak kuat untuk berpuasa," kalau begitu Suruhlah ia memberi makan 60 orang fakir miskin dengan 60 sho kurma." khoulah berkata wahai Rhosululloh ia tidak memiliki kurma sebanyak itu dan tidak punya harta untuk membelinya." Rhosululloh Shollallohu alaihi wassallam akhirnya berkata " kami akan membantunya dengan satu sho kurma." Khoulah pun berkata " saya juga akan membantunya dengan satu sho kurma," Rhosululloh berkata " pulanglah dan sedekahkan kurma itu sebagai kafarat bagi suamimu, lalu pergaulilah dengan baik."

    Lalu pulanglah Khoulah dengan membawa kabar gembira kepada suaminya, setelah mendengar penjelasan Khoulah Aus pun segera menyedekahkan kurma yang diperintahkan Rhosululloh Shollallohu alaihi wassallam kepadanya dan akhirnya terlaksanalah perintah Alloh.

    Itulah kisah Inspiratif seorang wanita yang pengaduannya didengar sampai langit ketujuh yaitu Khoulah binti Tsa'labah, ada banyak pelajaran yang dapat kita petik diantaranya sebagai wanita hendaknya kita melihat betapa islam sangat menjunjung tinggi martabat wanita yang menjaga kehormatannya,  dan juga bagi para suami hendaknya jangan terlalu mudah melontarkan ucapan ucapan yang semisal yang dapat menghancurkan hubungan suami isteri. sudah seharusnya seorang suami untuk menuntut ilmu agama agar dapat meluruskan tulang rusuknya yang bengkok ( isteri) tanpa mematahkannya, Berilah nasehat kepada para wanita/ isteri dengan cara yang baik. dan untuk engkau wahai para wanita hendaknya mencontoh para sohabiyah seperti Khoulah binti Tsa'labah ini yang  memiliki akhlak dan keimanan yang tinggi sehingga mereka para sohabiyah patut untuk kita teladani, bukan para selebrtitis seperti kebanyakan para wanita jaman sekarang.. Kisah ini juga memberikan pelajaran penting bagi kita bahwa wajib berpegang dengan hukum Alloh dan menjadikannya sebagai sumber pertama dalam berhukum dan sunnah Rhosululloh. ( dikutip dari majalah Al-Mawaddah oleh ustadzah Gustini Ramadhani dengan beberapa perubahan bahasa dan sedikit tambahan ).
    Wallohu A'lam bish showab

    4 comments:

    1. iya Mbak, saya tangkep pesennya.
      utamanya soal hati2 dalam bicara. saya Insya Allah pengin menerapkannya selalu.

      ReplyDelete
      Replies
      1. Terimakasih atas kunjungannya sob...

        Delete
    2. Islam sangat menjunjung tinggi martabat wanita, trims ummu...telah mengingatkan kembali dengan kisah ini. Saya jadi terharu. Jilka baca kisah kisah semacam ini

      ReplyDelete

    Tinggalkan jejak Anda dengan berkomentar yang baik untuk perkembangan blog ini agar menjadi lebih baik dan bermanfaat....
    Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih

    Contact Us

    Name

    Email *

    Message *